Phishing
Penipuan melalui email, SMS, atau website palsu yang bertujuan mencuri password, PIN, OTP, dan informasi pribadi.
PelajariAmankan file, dokumen, akun, foto, video, dan informasi penting di komputer maupun handphone dari berbagai ancaman hacking dan kejahatan siber.
Kenali berbagai jenis ancaman siber agar Anda dapat menghindari kehilangan data pribadi dan file penting.
Penipuan melalui email, SMS, atau website palsu yang bertujuan mencuri password, PIN, OTP, dan informasi pribadi.
PelajariProgram berbahaya yang dapat merusak sistem, mencuri data, merekam aktivitas, atau membuka akses komputer kepada penyerang.
PelajariMalware yang mengenkripsi file korban kemudian meminta tebusan agar data dapat diakses kembali.
PelajariManipulasi psikologis untuk membuat korban memberikan informasi rahasia atau melakukan tindakan tertentu.
PelajariTerapkan kebiasaan berikut untuk mengurangi risiko pencurian data dan serangan hacking.
Gunakan password panjang dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan nama atau tanggal lahir.
Gunakan autentikasi dua faktor untuk menambah lapisan keamanan ketika seseorang mencoba masuk ke akun Anda.
Selalu lakukan update Windows, Android, iOS, aplikasi, browser, dan antivirus untuk menutup celah keamanan.
Jangan sembarangan membuka link, file, atau lampiran dari pengirim yang tidak dikenal.
Hindari memasukkan password atau melakukan transaksi penting menggunakan Wi-Fi publik yang tidak terpercaya.
Simpan salinan file penting di media penyimpanan lain atau cloud secara rutin.
Gunakan PIN, password, sidik jari, atau Face ID agar perangkat tidak mudah diakses orang lain.
Ketika menjual perangkat, pastikan data pribadi sudah dicadangkan dan perangkat di-reset dengan benar.
Pisahkan dokumen penting seperti KTP, kartu keluarga, dokumen sekolah, foto pribadi, dan file pekerjaan.
Gunakan fitur enkripsi perangkat atau aplikasi terpercaya untuk melindungi file yang sensitif.
Simpan salinan data penting pada media penyimpanan berbeda sehingga data tidak hilang ketika perangkat rusak.
Jangan memberikan password atau file pribadi kepada orang yang tidak dipercaya.
OTP adalah kode rahasia. Bank, layanan resmi, maupun administrator yang sah tidak seharusnya meminta Anda mengirimkan kode OTP kepada orang lain.
Aktifkan Windows Defender atau gunakan antivirus terpercaya dan selalu perbarui database keamanannya.
Gunakan fitur enkripsi seperti BitLocker untuk melindungi data pada komputer.
Jangan memberikan izin administrator kepada aplikasi yang tidak terpercaya.
Pastikan firewall aktif untuk membantu memblokir koneksi yang mencurigakan.
Pastikan Play Protect aktif dan hindari aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya.
Gunakan sidik jari atau pengenalan wajah untuk mengunci handphone.
Download aplikasi dari toko aplikasi resmi dan periksa reputasi pengembang.
Jangan menunda pembaruan keamanan Android.
Selalu perbarui iPhone ke versi iOS terbaru yang tersedia.
Gunakan Face ID atau passcode yang kuat untuk mengamankan perangkat.
Aktifkan backup agar data penting dapat dipulihkan ketika perangkat bermasalah.
Aktifkan fitur Find My agar perangkat dapat ditemukan ketika hilang.
Periksa beberapa kebiasaan keamanan berikut.
Lindungi data pribadi Anda hari ini untuk masa depan digital yang lebih aman.